Setelah merit ternyata aku nggak segera hamil. Awalnya siy santai-santai aja , tapi setelah disalip sana-sini sama temen-temen yang baru merit akhirnya kepikiran juga. Setelah browsing, aku baru tahu batas 'baik' atau 'diragukan kebaikan' sistem reproduksi pasutri itu adalah satu tahun setelah menikah. Jadi kalau udah satu tahun nikah tapi belum juga hamil, disarankan pasutri tersebut memeriksakan diri ke dokter.
Nah selama menuju waktu satu tahun itulah segala usaha, daya, dan upaya (lebay bener...^.^) aku kerjakan. Hasilnya puji Tuhan... sekarang ada bayi kecil yang lagi belajar merangkak di usianya yang baru 5 bulan 20 hari.
Berikut ini beberapa usaha yang aku lakukan dalam perjuangan menuju ke pintu kehamilan....(O iya sumbernya aku dapat dari internet, curhat n diskusi bareng temen yang punya pengalaman serupa, tanya-tanya sama temenku yang perawat dan dokter):
- Pertama dan paling penting adalah berdoa. Selain itu juga minta didoain sama orang-orang sekitar kita.
- Jangan melakukan acara 'bikin anak' setiap hari, kata temen yang ahli biologi, ini malah bikin jumlah sperma berkurang setiap kali berhubungan karena sering dikeluarin spermanya. Takutnya jumlah sperma nggak cukup pada saat sel telur siap dibuahi (1 kali dalam sebulan atau satu periode menstruasi).
- Lakukan acara 'bikin anak' pada masa subur. Banyak cara menghitung masa subur, aku ngambil yang paling gampang yaitu 14 hari setelah hari pertama menstruasi. Jadi misalnya bulan Januari mens pertama tanggal 1, berarti puncak masa subur tanggal 15 Januari (1 + 14 = 15). Masa suburnya dibuat range 3 hari sebelum dan 3 hari sesudah puncak masa subur, jadi dari tanggal 12-18 Januari.
- Selain menghitung tanggal, masa subur juga bisa dilihat dari lendir yang keluar dari kemaluan istri. Mendekati masa subur biasanya si "V" akan mengeluarkan lendir warna putih yang elastis. Semakin dekat dengan puncak masa subur, lendirnya akan semakin encer, elastis (kalau di tarik nggak putus), dan bening.
- Setelah acara 'penyemprotan' lipat lutut istri ke arah perut kurang lebih 10 menit, ini mempermudah sperma melalui rute panjang yang harus dilaluinya. Sperma juga nggak cepet keluar lagi.
- Katanya sperma itu bisa bertahan hidup selama 3 hari di dalam rahim perempuan. Nah supaya kualitas sperma baik harus rutin makan toge yang baru berkecambah jangan toge yang panjang-panjang. Rasanya memang agak nggak enak, untuk menyiasatinya kasih bumbu pecel.
- Minum susu mempersiapkan kehamilan.
- Jangan stress, jadi santai aja ya...banyak juga kok temen-temenku yang dah nikah selama 6-7 tahun baru bisa hamil. Tuhan kan yang paling tau saat yang tepat untuk kita...
Jumat, 04 Juni 2010
Sabtu, 22 Mei 2010
Cara Mengatasi Biang Keringet
Biang keringat atau keringet buntet disebabkan karena penyumbatan pada saluran kelenjar keringat. Biang keringat biasanya ditandai dengan kulit yang kemerahan disertai rasa gatal yang menusuk-nusuk terutama saat produksi keringat berlebih.
Berikut ini beberapa tips mengatasi biang keringat yang sudah pernah aku praktekan (sumbernya dari pengalaman teman-teman juga):
- jangan mandiin si kecil pakai sabun yang keras, kalau bisa mandinya nggak usah pake sabun
- mandiin si kecil pake pk (air yang ungu-ungu itu), ini bisa bikin biang keringat jadi kering dan nanti mengelupas sebagai kulit mati
- jangan malas mengganti baju yang dipake si kecil, apalagi saat kulitnya mulai lembab dan berkeringat
- kalau kulitnya berkeringat, dilap sampai kering baru diberi bedak tabur (sering-sering biar kulitnya tetap kering)
- pake baju yang bahannya adem dan menyerap keringat, ukurannya agak besar biar udara bisa lewat-lewat dikit.
Intinya siy merawat kulit bayi biar selalu bersih.
Berikut ini beberapa tips mengatasi biang keringat yang sudah pernah aku praktekan (sumbernya dari pengalaman teman-teman juga):
- jangan mandiin si kecil pakai sabun yang keras, kalau bisa mandinya nggak usah pake sabun
- mandiin si kecil pake pk (air yang ungu-ungu itu), ini bisa bikin biang keringat jadi kering dan nanti mengelupas sebagai kulit mati
- jangan malas mengganti baju yang dipake si kecil, apalagi saat kulitnya mulai lembab dan berkeringat
- kalau kulitnya berkeringat, dilap sampai kering baru diberi bedak tabur (sering-sering biar kulitnya tetap kering)
- pake baju yang bahannya adem dan menyerap keringat, ukurannya agak besar biar udara bisa lewat-lewat dikit.
Intinya siy merawat kulit bayi biar selalu bersih.
Jumat, 21 Mei 2010
Dahak pada Bayi & Antibiotik
Dahak di saluran pernapasan sering ditemui pada bayi. Biasanya ditandai dengan suara 'grok-grok' pada saat bayi sedang bernapas atau mengeluarkan suara. Akibat dahak ini, bayi jadi suka batuk. Batuk adalah mekanisme alami tubuh untuk mengeluarkan benda asing yang mengganggu. Meski demikian batuk tidak hanya mengeluarkan dahak dari saluran pernapasan, tapi juga menyebabkan bayi jadi sering muntah.
Anakku pernah kena penyakit yang satu ini, oleh dokter diberi puyer batuk dan antibiotik. Seperti biasa, dokter mengingatkan antibiotiknya harus dihabiskan. Aku malah jadi ragu minumin obat dan antibiotiknya ke si kecil. Apalagi kalau lihat ukuran botol antibiotiknya yang besar. Kasian tubuh si kecil harus menerima antibiotik yang belum tentu diperlukan oleh tubuhnya. Iya, dokter di Indonesia kan terkenal paling mudah meresepkan antibiotik untuk pasiennya meski kadang beberapa penyakit yang di derita pasien nggak memerluka antibiotik untuk penyembuhannya (batuk, pilek, diare).
Seingatku antibiotik itu terdiri dari molekul-molekul berukuran besar yang bisa menambah beban kerja ginjal. Jadi pemakaian berkepanjangan bisa merusak ginjal. Selain itu masih banyak dampak buruk dari penggunaan antibiotik yang kurang tepat, antara lain:
- munculnya kuman yang resisten alias kuman yang canggih yang makin susah untuk dibunuh
- terbunuhnya bakteri baik yang justru diperlukan oleh tubuh seperti yang ada di saluran pencernaan. Ini bisa bikin orang jadi kena diare
- alergi di kemudian hari pada penggunaan di usia dini
- bayi lahir cacat, bila ibu hamil mengkonsumsi antibiotik golongan sulfonamide dan nitrofurantions
Masih banyak lagi dampak lainnya..
Akhirnya si kecil berobat lagi kedokter yang kedua. Kata Pak dokter, dahak pada bayi bisa disebabkan oleh:
- asap rokok
- AC
- debu yang mungkin ada pada boneka yang sering dimainkan oleh si kecil.
Jadi cari penyebabnya terus jauhin deh sumber masalahnya itu. Kemudian si kecil diberi obat Mucos Ambroxol HCl untuk mengencerkan dahaknya. Syukurlah 2-3 hari kemudian si kecil sembuh.
Anakku pernah kena penyakit yang satu ini, oleh dokter diberi puyer batuk dan antibiotik. Seperti biasa, dokter mengingatkan antibiotiknya harus dihabiskan. Aku malah jadi ragu minumin obat dan antibiotiknya ke si kecil. Apalagi kalau lihat ukuran botol antibiotiknya yang besar. Kasian tubuh si kecil harus menerima antibiotik yang belum tentu diperlukan oleh tubuhnya. Iya, dokter di Indonesia kan terkenal paling mudah meresepkan antibiotik untuk pasiennya meski kadang beberapa penyakit yang di derita pasien nggak memerluka antibiotik untuk penyembuhannya (batuk, pilek, diare).
Seingatku antibiotik itu terdiri dari molekul-molekul berukuran besar yang bisa menambah beban kerja ginjal. Jadi pemakaian berkepanjangan bisa merusak ginjal. Selain itu masih banyak dampak buruk dari penggunaan antibiotik yang kurang tepat, antara lain:
- munculnya kuman yang resisten alias kuman yang canggih yang makin susah untuk dibunuh
- terbunuhnya bakteri baik yang justru diperlukan oleh tubuh seperti yang ada di saluran pencernaan. Ini bisa bikin orang jadi kena diare
- alergi di kemudian hari pada penggunaan di usia dini
- bayi lahir cacat, bila ibu hamil mengkonsumsi antibiotik golongan sulfonamide dan nitrofurantions
Masih banyak lagi dampak lainnya..
Akhirnya si kecil berobat lagi kedokter yang kedua. Kata Pak dokter, dahak pada bayi bisa disebabkan oleh:
- asap rokok
- AC
- debu yang mungkin ada pada boneka yang sering dimainkan oleh si kecil.
Jadi cari penyebabnya terus jauhin deh sumber masalahnya itu. Kemudian si kecil diberi obat Mucos Ambroxol HCl untuk mengencerkan dahaknya. Syukurlah 2-3 hari kemudian si kecil sembuh.
Langganan:
Postingan (Atom)